DaerahEkonomi

Pasar Tani Aceh di Bireuen Raup Omzet Rp84,42 Juta, Cabai dan Bawang Merah Jadi Incaran

10
×

Pasar Tani Aceh di Bireuen Raup Omzet Rp84,42 Juta, Cabai dan Bawang Merah Jadi Incaran

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Pasar Tani Aceh Road Show 2026 tahap III di Lapangan Bola Kaki Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Selasa, 13 Oktober 2026. (Foto: Ist)
Aktivitas Pasar Tani Aceh Road Show 2026 tahap III di Lapangan Bola Kaki Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Selasa, 13 Oktober 2026. (Foto: Ist)

MIMBARKINI.com | BIREUEN — Pasar Tani Aceh Road Show 2026 tahap III di Kabupaten Bireuen mencatat omzet Rp84,42 juta dalam empat jam pelaksanaan. Kegiatan digelar di Lapangan Bola Kaki Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Selasa, 13 Oktober 2026.

Cabai dan bawang merah menjadi komoditas yang diminati masyarakat. Keduanya dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar tradisional. Pasar Tani diikuti 46 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, Bulog, ESDM bersama Pertamina, serta petani buah dan sayuran.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Nasriati, mengatakan Pasar Tani menjadi salah satu upaya mendekatkan produk pertanian kepada konsumen. Kegiatan ini juga menjaga keterjangkauan harga pangan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau. Di sisi lain, petani dan pelaku UMKM memiliki kesempatan memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen,” ujarnya.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Cabai termasuk komoditas strategis yang memengaruhi inflasi. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 kilogram cabai terjual dengan harga Rp75.000 per kilogram. Harga itu lebih murah Rp5.000 dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp80.000 per kilogram.

Sementara itu, bawang merah terjual sebanyak 230 kilogram dengan harga Rp23.000 per kilogram. Harga tersebut juga lebih rendah Rp5.000 dibandingkan harga pasar tradisional yang mencapai Rp28.000 per kilogram.

Selisih harga tersebut memberikan alternatif belanja yang lebih hemat bagi masyarakat. Terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Nasriati berharap kegiatan Pasar Tani dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Tujuannya membantu menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian dan stabilitas harga pangan.

“Dengan mempertemukan petani dan konsumen secara langsung, kami berharap distribusi hasil pertanian semakin lancar dan masyarakat tetap dapat memperoleh pangan dengan harga terjangkau,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri staf bidang hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta peserta dari berbagai sektor. Capaian omzet Rp84,42 juta dalam empat jam menunjukkan Pasar Tani berpotensi menjadi sarana pemasaran produk pertanian dan UMKM. Kegiatan ini juga mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *