BeritaDaerahEkonomi

Respons Cepat Ngoh Wan dan Abon Yunus, Rumah Warga Miskin Seulimum Langsung Ditindaklanjuti

4
×

Respons Cepat Ngoh Wan dan Abon Yunus, Rumah Warga Miskin Seulimum Langsung Ditindaklanjuti

Sebarkan artikel ini

ACEH BESAR – Sebuah laporan di media sosial menggerakkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Munawar AR atau Ngoh Wan, untuk turun langsung melihat kondisi rumah tidak layak huni milik seorang warga di Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar.

Tak menunggu persoalan berlarut-larut, Ngoh Wan menggandeng Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus atau Abon Yunus, untuk mencari solusi atas kondisi hunian warga prasejahtera tersebut.

Keduanya mendatangi lokasi pada Minggu (1/11/2026), menyusul laporan masyarakat yang disampaikan melalui akun TikTok Lapor Ngohwan PKB. Kunjungan itu menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi rumah sekaligus membuka jalan bagi rencana rehabilitasi.

“Kehadiran kami kemari untuk menindaklanjuti laporan masyarakat Seulimum. Kita akan cari solusi bersama atas persoalan ini,” kata Ngoh Wan, Senin (2/11/2026).

Bagi Ngoh Wan, laporan masyarakat tersebut perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Ia mengakui, masih ada warga prasejahtera di Kabupaten Aceh Besar yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor agar persoalan rumah tidak layak huni dapat segera ditangani.

“Melalui kolaborasi bersama Baitul Mal Aceh, insya Allah, rumah warga kita ini akan segera kita rehabilitasi,” tegas Ketua Fraksi PKB di DPRA tersebut.

Respons cepat itu mendapat tindak lanjut dari Baitul Mal Aceh. Abon Yunus menjelaskan, kunjungan bersama tersebut sekaligus bertujuan memeriksa kondisi fisik bangunan dan memastikan kelengkapan administrasi kependudukan warga.

“Silaturahmi ini sekaligus menjadi ruang diskusi terkait kebutuhan administrasi warga agar bisa segera kita tangani,” ujarnya.

Abon Yunus juga telah menginstruksikan tim survei Baitul Mal Aceh untuk turun ke lokasi melakukan pendataan serta menyiapkan kebutuhan teknis rehabilitasi rumah.

“Kami berharap proses pengerjaan rehabilitasi rumah ini sudah bisa mulai dikerjakan pada akhir Desember mendatang,” katanya.

Langkah Ngoh Wan dan Abon Yunus memperlihatkan bagaimana laporan warga dapat menjadi pintu masuk bagi penanganan persoalan sosial. Namun, respons cepat tersebut akan menemukan makna sesungguhnya ketika proses rehabilitasi terlaksana dan warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan rumah yang lebih layak.[***]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *