Berita

CEO Trans Continent Dukung Beasiswa Orang Tua Asuh Mahasiswa USK

8
×

CEO Trans Continent Dukung Beasiswa Orang Tua Asuh Mahasiswa USK

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH — CEO Trans Continent, Dr. Ismail Rasyid, S.E., M.Mtr., menjadi donatur Program Beasiswa Orang Tua Asuh yang dikelola Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK). Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan tinggi.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan secara simbolis dan dialog langsung dengan mahasiswa penerima manfaat di Ruang Rapat Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK. Kegiatan ini dihadiri Dekan FEB USK Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, jajaran fakultas, pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK, serta empat mahasiswa penerima bantuan.

Empat mahasiswa tersebut terdiri atas tiga mahasiswa FEB dan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran USK. Dalam pertemuan itu, Ismail mendengarkan pengalaman para mahasiswa, termasuk kebutuhan dan kendala ekonomi yang mereka hadapi selama menjalani perkuliahan.

Ismail mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat membuka peluang kehidupan lebih baik. Menurut dia, mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi membutuhkan dukungan agar dapat berkonsentrasi pada studi dan menyelesaikan pendidikan.

“Pendidikan adalah salah satu jalan untuk membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa, memberi mereka semangat untuk terus belajar, dan membantu mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik,” kata Ismail.

Program Beasiswa Orang Tua Asuh menjadi salah satu instrumen Rumah Amal Masjid Jamik USK dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Melalui skema tersebut, donatur memberikan bantuan biaya hidup secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat.

Kebutuhan pangan, tempat tinggal, transportasi, dan keperluan sehari-hari menjadi komponen pengeluaran yang harus dipenuhi mahasiswa di luar biaya akademik. Bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan terbatas, tekanan biaya hidup berpotensi mengganggu konsentrasi belajar hingga keberlanjutan studi.

Dr. Allayli, S.Pt., M.Si., mengapresiasi partisipasi Ismail dalam program tersebut. Ia menilai keterlibatan pelaku usaha dapat memperkuat dukungan pembiayaan pendidikan, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk bertahan dan menyelesaikan studi.

Menurut Allayli, kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi perlu diperluas agar bantuan pendidikan dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih tepat sasaran.

Ia mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kesinambungan dukungan dan dampaknya terhadap kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

Rumah Amal Masjid Jamik USK membuka kesempatan bagi masyarakat, alumni, sivitas akademika, profesional, dan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Program Beasiswa Orang Tua Asuh melalui infak pendidikan.

Partisipasi donatur diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan sekaligus memperkuat peran filantropi dalam mendukung akses pendidikan tinggi. Masyarakat yang berminat dapat menghubungi kanal komunikasi resmi Rumah Amal Masjid Jamik USK untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme penyaluran infak dan program pendampingan mahasiswa.

Melalui program ini, dukungan dunia usaha tidak hanya diarahkan pada bantuan sesaat, tetapi juga pada upaya menjaga agar keterbatasan ekonomi tidak menutup kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi. [ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *